Jumat, 06 Juni 2008

Teknologi Air Bersih

Abstrak

Terdapat kesenjangan antara Teknologi yang ada dengan kebutuhan atau kemampuan masyarakat yang membutuhkannya dalam mengetahui dan memahami penyelenggaraan pembangunan , maka perlu dilaksanakan sosialisasi , advis teknis secara langsung di lingkungan pemerintah di daerah Propinsi, Kabupaten, Kota maupun pihak Swasta sehingga tercipta keandalan mutu produk Prasarana dan Sarana Kimpraswil (PSK) khususnya di bidang Teknologi Air Bersih

Teknologi Air Bersih yang dimulai dsrrpengambilan air baku, pengolahan air yang sangat tergantung dari kualitas air baku untuk menjadi menjadi air bersih, yang kemudian didistribusikan melalui perpipaan untuk ke area pelayanan.

Penerapan Teknologi Air Bersih dapat melalui kemitraan dengan pemberdayaan masyarakat maupun dengan swasta. Penerapan NSPM untuk teknologi tersebut berupa perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta pemeliharaan pasca pelaksanaan akan mengakibatkan optimalnya hasill pembangunan prasarana dan sarana Kimpraswil.

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Air beserta sumber-sumbernya merupakan salah satu kekayaan alam yang mutlak dibutuhkan oleh mahluk hidup guna menopang kelangsungan hidupnya dan memelihara kesehatannya.
Sehingga dapat dikatakan bahwa air tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan, tanpa air tidaklah mungkin ada kehidupan.

Air yang mengisi lebih dari dua pertiga bagian dari seluruh permukaan bumi, memberi tempat hidup yang 300 kali lebih luas dari pada daratan, akan tetapi sebagian besar dari air tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk kepentingan mahluk hidup
1
Hanya 1% yang merupakan air manfaat yang dapat dipergunakan sebagai air bersih, untuk menjadi air bersih / air minum harus mengalami suatu Teknologi
Teknologi yang diterapkan mulai dari pengambilan air baku, pengolahan air untuk menjadi air bersih yang sangat tergantung kualitas sumber air baku, kemudian melaui system distribusi melalui perpipaan ke area pelayanan.
Peningkatan produksi air bersih dari suatu teknologi yang diterapkan mulai dari Pelita I meningkat terus, tapi tidak dapat mengimbangi pertumbuhan penduduk, Pelita V cakupan sudah sampai 47 % yaitu 39 % perkotaan dan 8 % perdesaan, dengan target 60 %
Sampai dengan tahun 2000 cakupan menurun jadi 31 %, cakupan oleh PDAM baru 17 % . 01020304050607019771982198719972002TAHUNPertumbuhanpendudukPenambahankapasitas Cakupanpelayanan 47 37 31 0 921992 191997 2002
Dengan suplai air minum / air bersih yang memenuhi syarat kualitas dan kuantitas merupakan hal yang sifatnya strategis nasional.

1.2 Tujuan
Pengetahuan dan pemahaman teknologi air bersih diperlukan untuk mencegah tidak tepatnya penerapan yang terjadi karena :
- Lemahnya pengetahuan dalam spesifikasi;

Gambar 2 : . Macam-macam pengolahan air sampai ke pelayanan

10

50
2
- Salah dalam perencanaan;
- Tidak tepatnya dalam pelaksanaan;
- Lemahnya pengawasan;
- Lemahnya quality control;
- Salahnya dalam operasional dan pemeliharaan.
1.3. Lingkup
1. Sumber Air Baku dan Pengolahan Air
2. Pengelolaan / Manajemen
3. Sistem Transmisi dan Distribusi dan Pelayanan
4. Kemitraan dalam penerapan Teknologi Air Bersih dengan masyarakat atau swasta
Sumber Air Baku
Secara teknis berdasarkan siklus hidrologi yang ada di alam ini, dapatlah dibagi tiga sumber air baku untuk air bersih , yaitu :
- Air Angkasa (air hujan)
- Air Permukaan (sungai, danau, tampungan air)
- Air Tanah (mata air, air tanah dangkal dan dalam)
(1). Kuantitas.
a. Air Angkasa
Dari segi jumlah air hujan ini sangat terbatas sekali, dan banyak faktor-faktor yang mempengaruhi.
Faktor-faktor tersebut sangatlah terpengaruh juga oleh letak geografis, bentang alam dsb.
Pemanfaatan sumber air hujan ini biasanya digunakan apabila air tanah dan air permukaan tidak mungkin diperoleh pada suatu daerah.
Pemasalahan air hujan tidak memenuhi syarat untuk air bersih karena mengandung mineral yang sangat rendah, untuk itu teknologi penyediaan air bersih dapat digunakan dengan Bak Penampungan Air Hujan dengan memakai Saringan .
b. Air Permukaan
Dari segi jumlahnya air permukaan ini cukup banyak .

Gambar 4 : Pompa Hidram

Gambar 3 Air Hujan
3
Teknologi yang dapat digunakan Pompa Hidram untuk memindahkan air dari tempat jauh dan lebih tinggi untuk daerah yang dilayani dan Bangunan Pengambilan Air Baku
Permasalahan air dari air permukaan dari segi kualitas selain kekeruhan juga untuk daerah gambut warna tinggi dan pH asam .
c. Air Tanah dan Mata Air
1.
Dari segi kuantitas air tanah relatif cukup banyak dibandingkan air hujan. Air tanah adalah air yang bergerak dalam tanah dan terdapat di dalam rung-ruang antar butir-butir tanah dan dalam retakan dari batuan..
Dengan demikian air tanah ini sangat tergantung sekali terhadap keadaan kondisi tanahnya disamping itu juga, daerah aliran biasanya berupa hutan-hutan lindung dsb. Gambar 5 : Perlindungan mata airdan Sumur Pompa Tangan
Permasalahan air tanah umumnya mengandung kadar besi, mangan cukup tinggi
Teknologi yang dapat digunakan antara lain Perlindungan Mata Air Sumur pompa tangan, Sumur gali

(2). Kualitas Air

Untuk dapat dimanfaatkan air dari sumber air baku haruslah memenuhi suatu persyaratan kualitas yang tergantung sekali kepada jenis penggunaan tersebut :
Standar Kualaitas Air Baku untuk air bersih mengacu pada : Peraturan Menteri KLH (Baku Mutu Lingkungan)

Pengolahan Air
Air baku pada hakekatnya tidak memenuhi standar kwalitas air minum/bersih yang berlaku, sehingga unsur-unsur yang tidak memenuhi standar perlu dihilangkan ataupun dikurangi, agar seluruh air memenuhi standar yang berlaku. Hal ini dilaksanakan dengan pengolahan air. Teknologi untuk pengolahan air yang sangat tergantung dari sumber air baku dengan kualitas air yang bermacam-macam untuk dapat diolah.
Berikut ini permasalahan air baku dengan pengolahan air yang dapat diterapkan.
Permasalahan : Air Permukaan dari sungai dengan kekeruhan rendah
Teknologi Pengolahan Air :
-- Untuk 1 Keluarga (5 jiwa) dengan Instalasi Pengolahan Air Gambut
4
- Untuk Komunal dengan Saringan Pasir Lambat dan Instalasi Tipe
Cikapayang,
Acuan yang dapat diterapkan
1. Spesifikasi Instalasi Tipe Ciakapayang
2. Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat
3. Petunjuk Teknis Instalasi Pengolahan Air Gambut Individual dan Instalasi Pengolahan Sederhana
2. Permasalahan :
Air sungai / danau dengan
kekeruhan / warna tinggi ,
pH rendah (asam)
Teknologi Pengolahan Air :
1. Untuk Individual dengan Instalasi Pengolahan Air Gambut,
2. Untuk Komunal dengan Unit Paket, Instalasi Pengolahan Sederhana
Acuan yang dapat diterapkan
1. Spesifikasi Instalasi Cikapayang 5 L/det.
2. Spesifikasi dan Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air

Gambar 7 : Instalasi Pengolahan Air Gambut dan Unit Paket

Gambar 6 : Instalasi Saringan Pasir Lambat dan Instalasi Pengolahan Air Gambut Individual dan Tipe Cikapayang
5
3. Permasalahan
Air laut atau air payau yang mengandung kadar Chlor tinggi Teknologi Pengolahan Air :
-- Untuk 1 KK (5 jiwa) dgn Destilasi Surya Atap Kaca (DSAK)
- Untuk Komunal dengan Unit Paket Mobile
• Spesifikasi dan Tata Perencanaan Destilasi Surya Atap Kaca
• Tata Cara Perencanaan dan Operasi dan Pemeliharaan Unit Paket Mobile
4) Permasalahan
Air Tanah yang mengandung Fe dan Mn tinggi
Teknologi Pengolahan Air ::
- Untuk 1 Keluarga (5 jiwa) dengan Saringan Rumah Tangga ,
- Untuk Komunal dengan I nstalasi Pengolahan Air Sedehana dan Unit
Paket

Gambar 8 : Destilasi Surya Atap Kaca dan Unit Paket Mobile

Gambar 9 : Saringan Rumah Tangga dan Instalasi Tipe Cikapayang
6
Transmisi dan Distribusi
Air baku (AB) tidak selalu dapat diolah di lokasi sumber juga air hasil produksi tidak selalu langsung dapat didistribusikan karena letak daerah pelayanan tidak selalu langsung berhubungan dengan areal pengolahan .
Transmisi air dalam sistem penyediaan air minum dapat dibedakan antar :
- Transmisi Air Baku (AB), pemindahan
sejumlah Air Baku dari sumber ke
pengolahan air.
- Transmisi Air Minum (AM), pemindah-
an sejumlah AM dari akhir pengolahan
air ke awal distribusi/ reservoar dis-
tribusi (RD) , atau dari RD sampai ke
awal distribusi.
Distribusi air minum adalah air hasil pengolahan, didistribusikan ke area pelayanan melalui jaringan pipa sampai pada konsumen atau pelanggan.
Permasalahan
Transmisi dan Distribusi ini menyangkut perpipaan dan accesoriesnya mutunya rendah, standar yang berlaku.
1. Metode Pengujian Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm s.d. 40 mm)
2. Spesifikasi Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm s.d. 40 mm)
3. Spesifikasi dan Metode Pengujian Pipa PVC Bertekanan Diameter
110- 315 untuk Air Bersih
Pengelolaan / Manajemen
Permasalahan
Semua teknologi air bersih yang tidak dikelola dengan baik , cepat rusak 7

Gambar 11 : Hasil Pengujian pipa dan meter air

Gambar 10 : Transmisi Air Baku

Tata Cara dalam pengelolaan antara lain berikut ini :
- Tata Cara Pengoperasian dan Pe-
rawatan Instalasi Saringan Pasir
Lambat
- Tata Cara Pengoperasian dan
Pemeliharaan Unit Paket Instalasi
Penjernihan Air Kap. 5 L per detik,
- Juknis Penilaian Kinerja PDAM
Kebijakan Tindak Lanjut Penyehatan PDAM
1. REFEDINISI KELEMBAGAAN PENYELENGGARAAN AIR MINUM
2. PENYELENGGARAAN AIR MINUM YANG BERTUMPU PADA PROFE-SIONALISME DAN PRINSIP KEUANGAN .
Meninjau kembali , memperbaiki dan memsosialisasikan Pedoman Penilaian Kinerja PDAM disertai dengan mekanisme reward dan punishmen 12345KLASIFIKASI PDAMKINERJA PDAM
Pelayanan
Sistem pelayanan air bersih dapat berupa :
a. Sambungan Langsung (SL) : pelayanan air bersih individual melalui sistem perpipaan.
b. Hidran Umum (HU) : pelayanan air bersih komunal melalui sistem perpipaan, dimana unit terdiri dari bak penampung air yang dilengkapi Kran

Gambar 12 : Unit Paket yang tidak berfungsi

Kondisi PDAM
1. Baik Sekali
2. Baik
3. Cukup
4. Kurang Baik
5. Tidak Baik
8
c. Kran umum (KU) : Pelayanan air bersih komunal melalui sistim perpipaan dimana unit terdiri dari satu pilar dengan kran air diatas permukaan tanah.
d. Terminal Air (TA) : untuk pemakaian komunal melalui mobil tangki atau seje-nisnya , unit terdiri dari bak penampung diatas permukaan tanah ,dan dilengkapi kran air.
NSPM dalam pelayanan ini antara lain :
- Spesifikasi Terminal Air, Hidran Umum ,
Kran Umum (TAHUKU)
Kemitraan
Dalam penerapan Teknologi air bersih dapat dengan kemitraan antara pemerintah dan pemberdayaan masyarakat, atau pemerintah dengan swasta antara lain melalui Usaha Kecil Menengah , hal ini juga harus mengikuti suatu SPM antara lain berikut ini : 11SosialisasiRembug Wargalokasi, perencanaan,pembangunan, pengelolaanPelatihanTeknik Operasional Pemda FasilitatorMonitoringPengelolaan
1. Kemitraan dengan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyediaan Air Bersih
2. Kemitraan dengan Usaha Kecil Menengah dalam Memproduksi Prsarana dan Sarana Air Bersih dan pihak swasta
2. PEMBAHASAN
A. Bahan Materi
1. Spesifikasi Bak Penampung Air Hujan untuk Air Bersih dari Pasangan Batu bata , Pt S-05-2000 C dan Ferrocemen, Pt S-05-2000 C
2. Tata Cara Perencanaan Penampungan Air Hujan untuk Air Bersih,
3. Tata Cara Perencanaan Unit Paket Inst. Penjernihan Air, SNI 19-6774-2002
9
4. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Kapasitas 5 L/detik keatas, SNI 19-6775-2002
5. Kemitraan melalui UKM dalam memproduksi Teknologi Air Bersih
1. Penampungan Air Hujan untuk Air Bersih
2. Unit Paket Instalasi Pengolahan Air
3. Perpipaan / Distribusi
4. Kemitraan melalui UKM
B. Bahasan
Pembahasan
1. Penampungan Air Hujan untuk Air Bersih :
Spesifikasi Bak Penampung Air Hujan untuk Air Bersih :
- Bentuk Bak bulat dan empat persegi
- Ukuran untuk Kapasitas : 2, 4, 6, 8, 10 m3
- Ukuran elemen bak penampung :
- Bahan untuk Pasangan batu bata dab Ferrocement dan Kebutuhan bahan
- Fungsi setiap komponen
- Kekuatan Struktur
- Cara operasi dan pemeliharaan
Tata Cara Perencanaan Penampungan Air Hujan untuk Air Bersih
- Syarat curah hujan minimum
- Perhitungan kapasitas penampungan
Penyimpangan di Lapangan :
- Aplikasi di lapangan tidak memakai saringan sehingga air tidak memenuhi syarat air bersih.
- Ukuran untuk 1 KK tidak mengikuti perencanaan sehingga sangat kurang dari kebutuhan dasar.
2. Paket Unit Intalasi Pengolahan Air
A Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air mencakup :
- Syarat kuantitas air tersedian sepanjang musim dan kualitas air baku yang dapat diolah utk kekeruhan < 300 NTU dan warna asli < 40 TCU dan warna sementara < 80 TCU
- Kriteria modul dan kompartemen
10
- Kriteria Perencanaan Unit Paket dan Dimensi
- Kriteria Perencanaan Pembubuhan Bahan Kimia
- Kriteria Perencanaan Pompa dan Catu Daya
- Kriteria Struktur Bangunan dan
- Cara pengerjaan dalam merencanakan
Penyimpangan
- Kualitas air baku yang diolah melebihi standar sehingga kemampuan unit paket efisiensinya berkurang
- Kriteria Perencanaan banyak tidak memenuhi syarat, sehingga pengolahan tidak optimal
B. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Unit Paket IPA
-
-
Penyimpangan :
- Unit paket IPA tidak mempunyai manual dari pemasok untuk operasi dan pemeliharaan dan dalam operasional tidak memenuhi tata cara yang ada sehingg peralatan banyak yang cepat rusak.
3. Pelaksanaan pemasangan pipa
- Persyaratan untuk mutu sebelum pelaksanaan tidak dilakukan pengujian
- Tidak mengikuti tata cara pelaksanaan pengawasan yang ada
11
Penyimpangan :
- Tidak dilaksanakannnya uji pipa dan accessories sehingga mutunya tidak terjamin
- Pengawasan yang dilakukan tidak memenuhi tata cara yang ada sehingga pekerjaan banyak yang tidak memenuhi persyaratan.
4. Kemitraan
1. Kemitraan yang bertumpu kepada pemberdayaan masyarakat 12

Program Pengembangan Teknologi Air Bersih Pedesaan melalui Peran Serta Masyarakat yang dilaksanakan oleh Puslitbang Permukiman

Sebelum Program Penyediaan Air Bersih Masyarakat mengambil Air berjalan kaki 700 m

Bangunan Penangkap Air Hasil dari Program Penyediaan Air Bersih Pedesaan

Pelaksanaan Program Penyediaan Air Bersih dilakukan oleh masyarakat Desa Sekejengkol

Sumber air baku potensial yang ada
di Desa Sekejengkol

Penampungan Air Bersih dirumah penduduk

2. Kemitraan melalui UKM dalam produksi prasarana dan sarana air bersih
Langkah : -Tahap Persiapan
-Sosialisasi Program
-Tahap Pelaksanaan
- Pemasaran
3. Kesimpulan
• Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan penerapan NSPM di lapangan;
• Advis teknis dibutuhkan setelah teridetifikasi permasalahan yang ada untuk pena-nganan yang diperlukan dan disesuaikan jenis NSPM ;
• Uji keandalan mutu diperlukan sebelum pelaksanaan hingga pengawasannya di lapangan.
LAMPIRAN
Daftar NSPM untuk Teknologi Air Bersih
13
No
Lingkup
Judul
Nomor NSPM
1
Sumber Air Baku
1. Spesifikasi Sumur Gali Untuk Sumber Air Bersih
2. Spesifikasi Bak Penampung Air Hujan untuk Air Bersih dari Pasangan Bata
3. Spesifikasi Bak Penampung Air Hujan untuk Air Bersih dari Ferrocement
4. Tata Cara Perencanaan Penam-pungan Air Hujan
5. Pemanfaatan Pompa Hidram Dalam Penyediaan Air Bersih Pt
6. Persyaratan Kualitas Air Baku untuk Air Minum
7. Pemb. Sumur Pompa Ta-ngan
8. Perlindungan Mata Air
SNI 03-2916-1992
Pt S-05-2000 C
Pt S-05-2000 C
T-11-2002-C
PP Men KLH
AB-D/LW/TC/002/98
AB-D/LW/TC/009/98
2
Pengolahan Air

1. Spesifikasi Instalasi air Minum Tipe Cikapayang 5
2. Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat.
3. Metode Pengujian Koagulasi Flo-kulasi dengan Cara Jar Test
4. Spesifikasi Poly Aluminium Chlo-rida Cair untuk Pengolahan Air
5. Spesifikasi Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Sistem Konven-sional Dengan Struktur Baja
6. Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air
7. Tata Cara Pengewasan Pema-sangan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air
8. Metode Pengujian Kinerja Unit Paket Instalasi Penjernihan Air
9. Spesifikasi Soda Abu Untuk Pengolahan Air
10. Sistem Penyediaan Air Bersih komersil di Lingk. Permu-kiman
11. Persyaratan Kualitas Air Minum
SNI 03-2917-1992
SNI 03-3981-1995
SNI 19-6449-2000
SNI 06-3822-2000
SNI 19-6773-2002
SNI 19-6774-2002
SNI 19-6776-2002
SNI 19-6777-2002
Pd S-01-2002
Pt T-14-2002-C
PP Menkes 90/2002
3
Distribusi

1. Metode Pengujian Meter Air Bersih (Ukuran 13 - 40 mm)
2. Metode Pengambilan Contoh Meter Air Bersih.
3. Spesifikasi Meter Air Bersih
(Ukuran 13 mm s.d. 40 mm)
4. Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC untuk Air Minum De-ngan Jangka Sorong
5. Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC untuk Air Minum Ter-hadap Tekanan Hoidrostatik
6. Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC utk Air Minum
SNI 05-2418-1991
SNI 05-2419-1991
SNI 05-2547-1991
SNI 05-2548-1991
SNI 05-2549-1991
SNI 05-2550-1991

14

7. Metode Pengujian Bentuk dan Sifat Pipa PVC untuk Air Minum
8. Metode Pengambilan Contoh Pipa PVC
9. Metode Pengujian Perubahan Panjang Pipa PVC untuk Air Minum Dengan Uji Tungku
10. Metode Pengujian Ketahanan Pipa PVC untuk Air Minum Terhadap Metilen Chlorida
11. Metode Pengujian Kadar PVC Pada Pipa PVC untuk Air Minum Dengan THF
12. Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC untuk Air Minum Dengan Pita Meter
13. Spesifikasi Pipa Polietilene (PE) Untuk Air Minum
14. Metode Pengujian Dimensi Pipa Polietilene (PE) Untuk Air Minum
15. Metode Pengujian Kinerja Pom-pa Dengan Menggunakan Model
16. Tata Cara Pengelasan Pipa Baja untuk Air di Lapangan
17. Spesifikasi Pipa PVC Bertekan-an Diameter 110-315 untuk Air Bersih
18. Metode Pengujian Sambungan Mekanik Pipa Polietilene (PE) pada Tekaanan Internal .
19. Metode Pengujiaan Perubahan Panjang Pipa PE
20. Metode Penentuan Densitas Re-ferensi PE Hitam dan PE tidak berwrna.
21. Metode Pengujian Kehilangan Tekanan pada Sistem Sam-bungan Meekanik Pipa PE.
22. Tata Cara Pemasangan Perpi-paan Besi Daktil dan Per-lengkapannya
23. Spesifikasi Pipa Resin Termo-setting
Bertekanan Berpenguat Fiber-Glass
SNI 05-2551-1991
SNI 05-2552-1991
SNI 05-2553-1991
SNI 05-2554-1991
SNI 05-2555-1991
SNI 05-2556-1991
SNI 06-4829-1998
SNI 06-4821-1998
SNI 05-6437-2000
SNI 03-6405-2000
SNI 03-6419-2000
SNI 19-6778-2002
SNI 19-6779-2002
SNI 19-6780-2002
SNI 19-6781-2002
SNI 19-6782-2002
SNI 19-6785-2002
4
Pengelolaan

1. Tata Cara Pengoperasian dan Perawatan Instalasi Saringan Pasir Lambat
2. Tata Cara Pengoperasian & Pe-meliharaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Kap. 5 L/detik
SNI 03-6419-2000
SNI 19-6775-2002
5
Pelayanan
Penanganan air bersih dan PLP di pesantren
Pt T-18-2002-C
6
Kemitraan
Pemasyarakatan Produk Teknologi AB & PLP melalui UKM.
Juknis.

15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar